Primordialismeadalah istilah untuk menggambarkan paham atau kondisi yang memegang erat sesuatu yang dibawa sejak lahir, baik ihwal tradisi, adat-istiadat, suku bangsa, ras, agama, kepercayaan, daerah asal kelahiran, serta segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Jadi jawaban yang paling tepat adalah E Masyarakatmultikultural merupakan masyarakat yang menganut multikulturalisme. Multikulturalisme yaitu paham atau aliran yang beranggapan bahwa berbagai budaya yang berbeda memiliki kedudukan yang sederajat. Dalam buku lain disebutkan bahwa Multikulturalisme pada dasarnya merupakan idelogi yang menghargai perbedaan dan kesedarajatan (Bennett Masyarakatmultikultural juga diartikan sebagai sebuah kata atau istilah yang dipakai dalam menggambarkan pandangan atau anggapan seseorang mengenai berbagai kehidupan yang ada di bumi, atau kebijakan yang menekankan penerimaan keragaman budaya, serta beragam budaya, bergam nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan juga politik yang mereka anut. 3 Nasikun. Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara setruktur memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverse yang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu-kesatuan sosial, serta seringnya muncul dalammasyarakat, masyarakat multikultural sekolah, kelompok sosial dan masyarakat multikultural, keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat, dan antar pemeluk agama pandangan primordialisme yang menggiring manusia keantara sikap tertutup dan kepicikan harus segera di revisi dan direformasi sikap menganggap dirinya memiliki 9 Tingginya jumlah pengangguran tidak hanya disebabkan oleh rendahnya pendidikan. Kenyataannya, banyak orang berpendidikan tinggi menjadi pengangguran. Kondisi ini menunjukkan permasalahan sosial dalam masyarakat. Salah satu cara mengatasi permasalahan sosial tersebut adalah A. Meningkatkan pemerataan pembangunan dalam masyarakat. Masyarakatmajemuk sering diidentikan oleh orang awan sebagai masyarakat multikultural. Uraian dari Parsudi Suparlan dapat menjelaskan perbedaan tersebut. Masyarakat majemuk terbentuk dari dipersatukannya masyarakat-masyarakat suku bangsa oleh sistem nasional yang biasa dilakukan secara paksa (coercy by force) menjadi sebuah bangsa dalam wadah SvwVi. Primordialisme adalah pandangan yang berlebihan terhadap hal-hal yang melekat dalam diri individu sejak lahir, seperti ras, agama, suku bangsa, jenis kelamin, dan segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Primordialisme dapat berakibat pada etnosentrisme atau sikap yang menganggap kebudayaannya lebih tinggi daripada kebudayaan lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBB, primordialisme adalah pandangan yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama. Menurut Kun Maryati, dkk 2014 primordialisme adalah ikatan-ikatan seseorang dalam kehidupan sosial yang sangat berpegang teguh terhadap hal-hal yang dibawa sejak lahir baik berupa suku bangsa, kepercayaan, ras, adat-istiadat, daerah kelahiran, dan lain sebagainya. Wibowo dan Hardiwinoto dalam Syamsuddin 1993 menjelaskan, primordialisme adalah perasaan-perasaan yang mengikat seseorang dikarenakan oleh hal-hal yang dimilikinya sejak ia dilahirkan. Merujuk pada buku Penghantar Ringkas Sosiologi, secara bahasa, istilah primordialisme berasal dari kata "primus" yang artinya "pertama", dan "ordiri" yang artinya “tenunan atau ikatan”. Dengan demikian, primordialisme dapat diartikan ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial dengan hal-hal yang dibawa sejak kelahirannya. Penganut paham primordialisme cenderung mementingkan kepentingan kelompoknya dan menilai bahwa kebudayaan kelompoknya lebih baik dari siapapun. Berdasarkan buku Prasangka Agama dan Etnik, biasanya orang yang menganut primordialisme merasa terancam oleh sesuatu yang baru yang datang dari luar kelompoknya. Bisa saja sikap ini dirasakan kaum pribumi ketika merasakan kekuatan baru yang datang dari luar dan ingin merebut dominasi kepribumiannya. Contoh primordialisme dalam masyarakat adalah praktik nepotisme dalam merekrut atau menempatkan orang-orang yang berasal dari daerah atau suku bangsa yang sama dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Bentuk-Bentuk Primordialisme Salomo Panjaitan dalam Jurnal Darma Agung 2013 menjelaskan bentuk-bentuk primordialisme sebagai berikut. 1. Primordialisme Suku Primordialisme suku adalah suatu sifat kekeluargaan yang didasarkan pada suku. Seseorang lebih terikat pada sukunya sendiri daripada suku lainnya. Misalnya, orang Jawa yang tinggal di Papua lebih cenderung terikat dengan sukunya dan tidak mau mengikuti suku Papua. Bentuk primordialisme suku menunjukkan kecenderungan dalam memilih atau mendahulukan orang-orang yang berasal dari suku yang sama apabila terdapat suatu kepentingan. Oleh sebab itu, primordialisme suku juga bisa diartikan sebagai pengelompokan yang terjadi dalam masyarakat yang didasarkan pada suku asalnya. 2. Primordialisme Agama Primordialisme agama adalah suatu sifat yang memegang teguh pada agama yang dianutnya dan cenderung membentuk kelompok fanatik berdasarkan agamanya serta menganggap aliran agamanya paling benar. Penganut paham primordialisme agama menganggap agama yang dianutnya paling benar dan tidak menerima pendapat dari agama lain. Jika dalam satu agama terdapat organisasi kemasyarakatan, maka masing-masing orang yang mengikuti kelompok tersebut cenderung fanatik dengan kelompoknya. 3. Primordialisme Kedaerahan Primordialisme kedaerahan merupakan sifat kekeluargaan dan kesukuan yang didasarkan pada asal daerah seseorang di mana ia lebih terikat dengan daerahnya sendiri dibandingkan daerah lain. Misalnya seperti dalam menyewa rumah kontrakan atau kos, mahasiswa cenderung hanya ingin tinggal dengan teman dari daerahnya sendiri. Contoh lainnya terlihat dalam pemilihan ketua organisasi. Sebuah organisasi terdiri dari anggota yang berasal dari berbagai daerah. Penganut paham primordialisme kedaerahan akan memilih calon ketua atau pemimpin yang memiliki asal daerah sama dengannya. Dampak Positif dan Negatif dari Primordialisme Menurut Koentjaraningrat dalam Moeis 1993, sikap primordialisme memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Dampak positif primordialisme meliputi Meneguhkan perasaan cinta tanah air. Mempertinggi kesetiaan terhadap bangsa. Meningkatkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Menjaga keutuhan dan kestabilan budaya. Adapun dampak negatif primordialisme antara lain Mengganggu kelangsungan hidup suatu bangsa. Menghambat modernisasi dan proses pembangunan. Merusak integrasi internasional. Penyebab Terjadinya Primordialisme Koentjaraningrat menjelaskan, ada tiga penyebab terjadinya primordialisme, yaitu Adanya sesuatu yang dianggap istimewa dalam suatu kelompok, seperti agama, budaya, dan suku. Adanya sesuatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok dari ancaman luar. Adanya nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai-nilai agama. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa primordialisme adalah pandangan yang berlebihan terhadap hal-hal yang melekat dalam diri individu sejak lahir dan dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Pengertian Primordialisme – Primordialisme merupakan sebuah pandangan atau paham yang memegang erat hal-hal yang dibawa sejak kecil. Baik itu mengenai adat-istiadat, tradisi, kepercayaan, dan hal lain yang sudah ada di dalam lingkungan pertamanya. Paham tersebut merupakan faktor penting yang digunakan sebagai identitas sebuah masyarakat atau golongan. Dimana identitas tersebut digunakan untuk memperkuat ikatan golongan atau kelompok sosial dalam menghadapi sebuah ancaman yang berasal dari luar. Paham inilah yang nantinya mampu meningkatkan semangat berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, selain ada keuntungannya, ternyata paham tersebut juga bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat itu sendiri. Dengan adanya primordialisme, dapat membangkuitkan prasangka buruk dan juga bisa menyebabkan permusuhan antara satu golongan dan golongan lain yang memiliki perbedaan. A. Pengertian PrimordialismeB. Pengertian Primordialisme Menurut Para Ahli1. William G. Sumner2. Charles Horton Cooley3. Robuskha dan Shepsle4. Stephen K. Sanderson5. Ramlan Surbakti6. Fadli Iblaze7. Ilyas SmtC. Jenis-jenis Primordialisme1. Primordialisme Suku2. Primordialisme Agama3. Primordialisme KedaerahanD. Dampak Negatif dan Positif PrimordialismeDampak Negatif Primordialisme1. Bisa Mengganggu Kelangsungan Hidup Suatu Bangsa2. Menghambat Modernisasi3. Menghambat Hubungan Antar Bangsa4. Mengurangi Objektivitas Ilmu Pengetahuan5. Penyebab Adanya Diskriminasi6. Faktor Terjadinya Konflik Antar SukuDampak Positif Primordialisme1. Meningkatkan Rasa Cinta Terhadap Tanah Air2. Menciptakan Kesetiaan Terhadap Negara3. Meningkatkan Semangat Patriotisme4. Menjaga Keutuhan BudayaE. Ciri-ciri Primordialisme1. Berwujud sebagai identitas kelompok2. Memiliki cita-cita yang sama3. Konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural4. Memicu permusuhan5. Lahirnya sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok6. Nilai yang berhubungan dengan sistem keyakinanF. Contoh Primordialisme1. Contoh Perilaku Primordialisme2. Contoh Primordialisme Di Indonesia Primordial adalah ikatan yang ada di dalam sebuah kelompok masyarakat. Dimana ikatan tersebut memiliki sifat keaslian “misalnya kekerabatan, kesukuan, kelompok, dan agama. Sifat tersebut adalah sifat yang telah dibawa sejak lahir. Contohnya, sifat keaslian yang berdasarkan kesukuan atau kekerabatan serta kelompok tertentu yang sifatnya tradisional. Primordialisme adalah suatu perasaan-perasaan dimiliki oleh seseorang yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang berupa nilai-nilai, norma, dan kebiasaan-kebiasaan yang bersumber dari etnik, ras, tradisi dan kebudayaan yang dibawa sejak seorang individu baru dilahirkan Jika sikap setiap anggota masyarakat memiliki orientasi kepada kepentingan bersama atau kelompoknya, maka hal tersebut dapat diartikan sebagai primordialisme. Kelompok masyarakat memiliki bermacam-macam jenis, bergantung pada proses pembentukannya. Terdapat pula kelompok sudah ada dan terbentuk karena adanya ikatan alamiah dan juga ikatan keturunan. Dimana hal tersebut telah mengikat masyarakatnya dengan sistem norma dan adat istiadat yang sejak zaman dahulu sudah tumbuh secara alami. Selain itu,ada pula kelompok masyarakat yang terbentuk dengan sengaja. Sehingga nilai, norma, dan aturan yang mengikat anggotanya disusun secara terbuka dan sengaja. Jenis kelompok ini seringkali disebut dengan kelompok atau grup atau primary group. Di dalam sistem pengorganisasian “grup” ini, biasanya disebut dengan in formal organization. Jenis dari kelompok tersebut juga bermacam-macam, mulai dari kelompok kekerabatan, kesukuan, atau klan. Orang-orang yang tergabung ke dalam kelompok “grup” seringkali menyebut diri mereka sebagai kelompok dalam atau “in group”. Sedangkan orang-orang dari luar kelompok mereka akan disebut sebagai kelompok luar atau “out group”. B. Pengertian Primordialisme Menurut Para Ahli Di bawah ini adalah beberapa pengertian primordialisme menurut para ahli. 1. William G. Sumner Menurut Sumner, di dalam grup atau kelompok masyarakat terdapat sebuah persamaan yang berbentuk persaudaraan. Dimana hal itu ditunjukkan dengan kerjasama, saling menghormati, dan saling membantu serta mempunyai persamaan solidaritas. Selain itu, antar anggota kelompok juga harus memiliki kesetiaan terhadap kelompoknya dan bersedia untuk berkorban demi kepentingan kelompoknya. 2. Charles Horton Cooley Kelompok primer atau in group memiliki peran sangat penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Kepada kelompok inilah nantinya seseorang akan belajar dan mengenal kasih sayang, keadilan, kebebasan, patuh kepada orang tua, dan bersedia berkorban untuk keluarganya. Pengalaman tersebutlah yang nantinya akan mengikat perasaan mereka dalam suatu kelompok. Sehingga primordialisme bisa terjadi di dalam setiap kelompok yang masih mempertahankan nilai keaslian kelompok itu sendiri. 3. Robuskha dan Shepsle Primordialisme merupakan sebuah loyalitas yang berlebihan terhadap budaya yang bersifat subnasional. Misalnya keluarga, agama, ras, suku, dan kedaerahan. 4. Stephen K. Sanderson Primordialisme erat kaitannya dengan studi etnisitas, yaitu suatu pandangan yang menyebut identitas etnis sebagai hal yang melekat di dalam individu dan sulit dihapuskan. 5. Ramlan Surbakti Primordialisme adalah sebuah keterkaitan seseorang di dalam sebuah kelompok atas dasar ikatan kekerabatan, adat istiadat, dan suku bangsa. Sehingga hal tersebut mampu melahirkan pola perilaku dan cita-cita yang sama. 6. Fadli Iblaze Menurutnya, arti dari primordialisme adalah paham yang pertama kali dikenal oleh seseorang saat mengalami pertumbuhan. Sehingga hal itu dapat mendorong pola perilaku yang khas di dalam kelompok masyarakat yang sama. 7. Ilyas Smt Primordialisme merupakan sebuah ide bersama dari para anggota masyarakat yang memiliki kesamaan berdasarkan agama, suku bangsa, politik, dan hal lainnya. Memiliki pandangan seperti ini dalam sebuah golongan atau kelompok sosial tentu merupakan hal yang sangat penting. Primordialisme dapat menjadi salah satu faktor penting dalam memperkokoh hubungan dan ikatan golongan, kuatnya hubungan tersebut tentu akan sangat membantu dikala suatu golongan atau kelompok kemungkinan akan diterpa suatu ancaman eksternal. Namun, memiliki pandangan primordialisme yang berlebihan juga dapat membuat terpicunya prasangka buruk atau bahkan sampai permusuhan antar golongan satu dengan golongan lainnya. C. Jenis-jenis Primordialisme Primordialisme dikelompokkan menjadi tiga jenis. Berikut ini jenis-jenis primordialisme. 1. Primordialisme Suku Primordialisme dengan jenis ini memiliki arti individu yang terlalu terikat dengan sukunya sendiri. 2. Primordialisme Agama Primordialisme dengan jenis ini memiliki arti individu yang menganut suatu agama yang terlalu membanggakan agamanya sendiri tanpa menghormati dan acuh tak acuh pada agama lain. 3. Primordialisme Kedaerahan Primordialisme dengan jenis ini memiliki arti individu yang lebih terikat dengan daerahnya sendiri daripada daerah lain. Baca juga Pengertian Ilmu Sosial Pengertian Kemiskinan Contoh Masalah Sosial di Indonesia D. Dampak Negatif dan Positif Primordialisme Primordialisme adalah salah satu faktor penting yang dapat memperkuat ikatan suatu kelompok saat ada ancaman dari luar kelompok mereka. Akan tetapi, primordialisme juga dinilai negatif karena berpotensi mengganggu kelangsungan hidup masyarakat. Selain itu, paham ini juga seringkali dianggap memiliki sifat yang merusak, primitif, dan regresif. Bahkan, primordialisme dianggap bisa menghambat modernisasi, merusak integrasi nasional, dan proses proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, paham ini bisa saja memicu munculnya konflik antar suku yang ada di suatu negara. Dampak Negatif Primordialisme Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang bisa muncul akibat adanya primordialisme. 1. Bisa Mengganggu Kelangsungan Hidup Suatu Bangsa Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Maksud dari mengganggu kelangsungan hidup masyarakat adalah apabila seseorang yang mempunyai paham primordialisme cenderung mementingkan kepentingan kelompoknya dan menilai bahwa kebudayaan kelompoknya lebih baik dari siapapun. Sehingga hal tersebut menyebabkan jalinan persatuan dan kesatuan menjadi sulit diciptakan. Contohnya Masyarakat Aceh sangat percaya bahwa kebudayaan dan suku Aceh lebih baik dibandingkan dengan kebudayaan dari Jawa. Hal tersebut terjadi karena faktor sejarah. 2. Menghambat Modernisasi Hal ini bisa terjadi apabila seseorang ataupun sekelompok masyarakat cenderung menolak kebudayaan baru yang berasal dari luar kebudayaan mereka. Itu karena mereka ingin mempertahankan adat istiadat yang lama. Tapi perlu kamu ketahui bahwa kebudayaan baru tersebut bisa berpengaruh pada proses pembangunan dan modernisasi. Contohnya Masyarakat Aceh menolak adanya pembangunan Hotel Bintang 5 di samping Masjid Raya Baiturrahman. Sebab, mereka merasa bahwa tidak boleh ada bangunan yang tingginya melebihi masjid. 3. Menghambat Hubungan Antar Bangsa Jika primordialisme terjadi secara berlebihan, maka kita akan sulit menerima kebudayaan baru. Sehingga akan lebih sulit untuk bekerjasama dengan pihak lain. Sebab, kita hanya mau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan kelompok sendiri saja. 4. Mengurangi Objektivitas Ilmu Pengetahuan Paham primordialisme yang terlalu berlebihan dapat membuat seseorang melihat segala sesuatunya secara objektif. Mereka akan cenderung merasa apa yang telah dilakukan oleh kelompok sendiri selalu benar. Meskipun menurut ilmu pengetahuan, hal tersebut sudah tentu salah. 5. Penyebab Adanya Diskriminasi Paham primordialisme yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan sikap diskriminasi terhadap pihak lain yang mempunyai kebudayaan berbeda. Dengan begitu, mereka akan cenderung membeda-bedakan setiap orang yang berasal dari kelompok lain. Contohnya Diskriminasi terhadap penduduk yang baru saja melakukan transmigrasi oleh penduduk lokal 6. Faktor Terjadinya Konflik Antar Suku Salah satu faktor pendorong yang bisa menyebabkan konflik antara suku satu dan suku lain di suatu negara adalah primordialisme. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kelompok yang terlalu menerapkan paham primordialisme akan kesulitan untuk menerima kelompok lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Dampak Positif Primordialisme Berikut ini adalah beberapa dampak positif dari adanya paham primordialisme. 1. Meningkatkan Rasa Cinta Terhadap Tanah Air Dengan adanya paham primordialisme, maka seseorang akan mempunyai cinta terhadap budaya dan juga daerah tempat lahirnya. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah kekuatan yang mampu menolak kebudayaan lain yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang telah mereka anut sejak kecil. 2. Menciptakan Kesetiaan Terhadap Negara Dengan adanya primordialisme, maka akan mendorong munculnya kesetiaan terhadap bangsa dan negara. Hal tersebut terjadi karena paham ini bisa menumbuhkan sikap cinta terhadap tanah air dan juga kebudayaan yang ada. 3. Meningkatkan Semangat Patriotisme Paham tersebut mampu menciptakan rasa nasionalisme yang tinggi kepada bangsa dan negara dimana mereka berasal. Dengan begitu, hal ini bisa mendorong segala keperluan serta kepentingan bangsa dan juga negara. 4. Menjaga Keutuhan Budaya Adanya paham primordialisme, hal itu mampu menjadikan suatu kelompok menjadi lebih bertanggung jawab atas keutuhan kebudayaan suatu negara. Hal tersebut sangat penting, sebab kita juga perlu menyaring kebudayaan asing yang ingin masuk. Sehingga nilai dan kebudayaan yang sudah ada sejak dulu tetap terjaga. E. Ciri-ciri Primordialisme Bagi sebagian orang, primordialisme bukan lagi hal yang baru. Karena, pada dasarnya setiap masyarakat sudah terjalin atau terbentuk sebuah ikatan sosial. Yang mana dapat berasal dari tradisi, agama, ras atau suku, dan lainnya sebagai identitas yang disebut primordialisme. Ikatan sosial tersebut memiliki konsekuensi, yaitu adanya masyarakat multikultural, masyarakat yang berusaha mempertahankan keutuhan suatu kelompok, dapat memicunya kontravensi antar kelompok, berhubungan dengan keyakinan, dan cita-cita suatu kelompok. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri primordialisme yang perlu kamu pahami. 1. Berwujud sebagai identitas kelompok Primordialisme merupakan identitas bagi suatu kelompok, golongan, dan komunitas dalam masyarakat supaya ikatan antar anggotanya semakin kuat. Ini merupakan wujud sudah siap untuk melawan ancaman dari luar dan loyalitas berupa lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. 2. Memiliki cita-cita yang sama Loyalitas dan kepercayaan yang dimiliki setiap anggota kelompok akan dapat mewujudkan cita-cita suatu kelompok. Jika tidak memiliki cita-cita yang sama, maka kelompok tidak akan memiliki tujuan dan arah bahkan rentan terhadap ancaman dari kelompok atau pihak luar. 3. Konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural Konsekuensi dari adanya masyarakat multikultural merupakan primordialisme yang dianggap sebagai paham atau sikap teguh yang ditunjukkan oleh individu terhadap segala sesuatu yang telah ada dan melekat dari sejak lahir seperti kepercayaan, suku bangsa, agama, ras, dan sebagainya. 4. Memicu permusuhan Hal yang dapat memicu permusuhan antar kelompok adalah setiap kelompok merasa bahwa kelompoknya yang lebih baik dibanding kelompok lainnya, itulah yang menyebabkan permusuhan atau perselisihan antar kelompok tidak dapat dihindari. 5. Lahirnya sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok Tumbuhnya sikap untuk mempertahankan keutuhan kelompok dari berbagai macam ancaman dari luar kelompok sosial yang bersangkutan, hal ini terwujud dari sikap loyalitas antar anggota. 6. Nilai yang berhubungan dengan sistem keyakinan Nilai-nilai yang dimaksud seperti nilai seperti nilai sosial, adat istiadat, keagamaan, pandangan hidup, nilai dan norma, dll. dengan adanya nilai-nilai tadi akan membentuk sikap dan pikiran anggota kelompok yang sama. Baca juga Perubahan Sosial Diferensiasi Sosial Lembaga Sosial F. Contoh Primordialisme Terdapat beberapa kasus yang berhubungan dengan primordialisme yaitu Gerakan sosial separatis GAM, OPM, RMS, dll Terdapat kelompok masyarakat yang menganggap agamanya yang paling baik Adanya gerakan ISIS yang mengatasnamakan agama Islam NAZI yang menganggap bangsa Arya lebih unggul daripada bangsa Yahudi Adanya budaya sungkem yang dimiliki suku jawa 1. Contoh Perilaku Primordialisme Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku primordialisme yang perlu kamu hindari. a. Membentuk suatu partai politik yang berdasar pada ideologi, keterikatan, dan faktor-faktor lain seperti ras, suku, bangsa, dan agama b. Memberikan perilaku dan prioritas kepada orang-orang yang berasal dari suku bangsa, ras, dan daerah tertentu. 2. Contoh Primordialisme Di Indonesia Secara sadar atau tidak, masyarakat Indonesia ternyata terus mengembangkan paham dan ikatan yang bersifat primordial. Seperti halnya loyalitas yang terlalu berlebihan dengan mengutamakan kepentingan suatu kelompok ras, agama, daerah, dan juga keluarga tertentu. Padahal kenyataannya, loyalitas yang terlalu berlebihan terhadap suatu budaya atau kelompok justru bisa mengancam integrasi bangsa. Sebab, primordialisme bisa mengurangi loyalitas masyarakat terhadap budaya nasional. Sehingga hal tersebut mampu mengancam kedaulatan negara. Kecenderungan tersebut akan muncul jika setiap kelompok yang terorganisasi secara politik akan membentuk aliran baru yang bisa mengancam persatuan bangsa. Kemudian, kelompok masyarakat tersebut nantinya akan mengajukan sebuah tuntutan untuk memperjuangkan kepentingan kelompoknya sendiri. Misalnya tuntutan pembagian sumber daya alam supaya lebih seimbang antara daerah dan pusat. Jika tidak terakomodasi dengan baik, maka mereka akan berkembang menjadi sebuah gerakan yang memisahkan diri dari NKRI. Contohnya saja, Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Di dalam masyarakat Indonesia sendiri terdapat keberagaman suku, ras, agama, dan juga kebudayaan. Kemajemukan tersebut dapat dilihat dari adanya komunitas keturunan India, Tionghoa, dan lainnya. Selain itu, adanya perbedaan agama, suku, ras, dan budaya juga membuat masyarakat Indonesia lebih sulit terintegrasi dalam satu kesatuan yang utuh. Oleh sebab itu, untuk menangkal adanya paham primordialisme yang berlebihan. Setiap kelompok masyarakat wajib mengemabngkan budaya toleransi terhadap budaya atau kelompok lain. Hal ini bertujuan agar mereka bisa menerima kebudayaan kelompok lain tanpa menganggap mereka sebagai saingan yang perlu dilawan. Kemajemukan budaya yang ada di dalam masyarakat terbentuk dari adanya identitas budaya. Dimana identitas tersebut merupakan sebuah kategori pembeda antara budaya satu dengan budaya lainnya. Hal inilah yang bisa memunculkan sentimen primordial tertentu yang mampu mempengaruhi ikatan sosial atau politik antar kelompok suku di masyarakat. Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian primordialisme serta ciri-cirinya. Paham ini bisa saja memberikan dampak negatif maupun positif. Hal tersebut tergantung bagaimana kamu mempraktikkan paham tersebut secara benar dan tepat. Baca juga Penyimpangan Sosial Struktur Sosial di Masyarakat Interaksi Sosial Budaya Organisasi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien

primordialisme merupakan salah satu elemen pada masyarakat multikultural yaitu